tv bersama
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia Minta Nadiem Makarim Mudahkan Jalan Pendidikan

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia Minta Nadiem Makarim Mudahkan Jalan Pendidikan

Berita

(JPPI) Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, Ubaid Matraji menjelaskan, pemilihan Nadiem Makarim jadi Menteri Pendidikan serta Kebudayaan (Mendikbud) bisa membuat pendidikan Indonesia lari secara cepat serta bertambah cepat. Ini mengingat Nadiem sama dengan tehnologi.

Namun, Ubaid menjelaskan, hal itu tidak bisa terjadi jika Nadiem tidak mempunyai roadmap atau peta jalan pendidikan untuk sampai arah Indonesia Unggul. Karena, untuk mengaplikasikan pendidikan berbasiskan tehnologi dengan keadaan sekarang susah terjadi ataukah tidak akan berjalan.

Masalahnya keadaan pendidikan Indonesia masih sekarang yang masih bergelut dengan permasalahan fundamen yaitu, kompetensi guru masih rendah, guru belum S-1, infrastruktur sekolah masih minim. Diluar itu jumlahnya sekolah rusak terutamanya ruangan kelas berdasar data Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemdikbud) 2018 ada 1,2 juta ruangan kelas, interferensi permasalahan Kartu Indonesia Pandai (KIP) di wilayah, sampai permasalahan guru honorer yang perlu diperjelas.

“Selama ini tidak ada roadmap pendidikan untuk lima tahun akan datang ingin diintervensi seperti apa? Terdapatnya roadmap supaya pemetaan serta pemerataan kualitas sekolah ada. Sebab mengakibatkan PPDB zonasi tidak jalan itu sebab tidak ada pemerataan sekolah. Walau sebenarnya zonasi itu penting dengan ide sekolah dekat, tetapi masalahnya pemerataan kualitas sekolah tidak berlangsung,” kata Ubaid dalam diskusi “Publik Waktu Depan Pendidikan di Masa Jokowi Jilid II”, Jakarta, Kamis (24/10) petang.

Oleh karenanya, Ubaid menginginkan, Nadiem harus disegara membuat roadmap pendidikan serta menyertakan warga sipil yang perduli pendidikan sebab peranan mereka penting serta harus diikutsertakan dalam proses rencana serta pelajari pendidikan.

Buruan Melamar Gratis Beasiswa ke Amerika Buat Kamu yang Berjiwa Sosial

Ubaid menjelaskan, memerlukan roadmap sebab Kemdikbud harus mempunyai arah jelas untuk cetak SDM dengan memayungi dua gerbong yaitu, pendidikan fundamen menengah (Dikdasmen) serta pendidikan tinggi (Dikti)

Ada juga Dikdasmen mencakup; Direktorat Pendidikan Anak Umur Awal serta Pendidikan Warga (PAUD serta Dikmas), Direktorat Pendidikan Fundamen Menengah (Dikdasmen), Dirktorat Guru serta Tenaga Kependidikan (GTK), Direktorat Kebudayaan, sampai Inspektorat Jenderal (Itjen).

Selain itu, dengan bergabungnya pendidikan tinggi (Dikti) karena itu ada menambahkan direktorat yaitu, Direktorat Evaluasi serta Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Sumber Daya Itpek serta Pendidikan Tinggi (SDID) Direktorat Kelembagaan yang mengatur 4.735 perguruan tinggi sampai Instansi Service Pendidikan Tinggi (L2Dikti). Namun akan berlangsung perampingan untuk pendidikan tinggi yang akan berjalan pada awal 2020.

Seterusnya, Ubaid menjelaskan, sesudah terdapatnya roadmap pendidikan. Pekerjaan Mendikbud membuat komunikasi serta pengaturan dengan pemda (Pemda) supaya mereka mengerti serta mempunyai pertimbangan sama mengenai taktik perkembangan pendidikan hingga ingin terjebak dengan membagikan APBD 20 % untuk pendidikan.

Masalahnya berdasar neraca pendidikan wilayah (NPD), ada banyak wilayah belum membagikan dana pendidikan sejumlah 20 %. Berarti tidak ada loyalitas di wilayah untuk memajukan pendidikan.

“Kementerian pusat tidak hanya pengaturan dengan kementerian lain juga harus bekerjasama dengan kabupaten serta kota. Kemdikbud jangan terlepas tangan, sebaik apa pun jadwal pusat jika tidak jalan di wilayah maka jadi permasalahan,” katanya.

Pekerjaan Pendidikan di Wamena Belum 100%, Mendikbud Papar Permasalahannya

Spesial untuk peningkatkan kualitas guru, menurut Ubaid, Nadiem harus membuat kebijaksanaan kursus guru yang taktik type A, B, serta C yang tersusun dengan sistematis hingga dalam lima tahun akan datang terarah kompetensi guru, yaitu berapakah di A, B, serta C yang akan disebarkan dengan rata di tiap zonasi.

“Pemetaan serta pandangan guru harus betul-betul dimengerti oleh satu orang menteri pendidikan. Hingga tidak lagi ada kelak kualitas guru yang baik cuma dipunyai oleh sekolah tersendiri saja,” terangnya.

Selan itu, Ubaid mengatakan, manajemen tata atur sekolah juga harus dilihat serta dikasih pendampingan. Dengan demikian, ada pemerataan, bukan sekolah yang berprestasi saja yang dibantu tapi semua rata.

Ada juga hal-hal lain butuh dilihat ialah penguatan pendidikan ciri-ciri (PPK). Masalahnya Nadiem memandang, sepanjang lima tahun ke belakang proses pengendalian PPK tidak berjalan secara baik. Jadi bukti banyak anak didik yang bertindak yang meleset dengan bertindak kekerasan pada guru serta hal yang lain.

“Pendidikan ciri-ciri berikut yang memang seharusnya jadi perhatian Mendikbud baru,” katanya.

1 thought on “Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia Minta Nadiem Makarim Mudahkan Jalan Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *